EXC09lolitawinoto’s Blog

March 30, 2009

Asal-usul Anjing

Filed under: Asal-usul Anjing — lolitawinoto @ 12:54 am

Berabad – abad yang lalu kaum serigala melihat bahwa tinggal di dekat manusia memberikan keuntungan tersendiri. Sisa – sisa makanan yang ditinggalkan manusia cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka, sehingga acara penjelajahan hutan perlahan – lahan mereka tinggalkan.

Selain itu hidup berdampingan dengan manusia juga membuat serigala terhindar dari serangan musuh – musuh mereka. Perubahan gaya hidup ini mempengaruhi bentuk fisik dan juga perilaku

mereka. Bagian otak yang digunakan untuk memetakan wilayah perburuan, perlahan – lahan menyusut karena jarang digunakan.

Semuanya hanyalah bentuk adaptasi terhadap lingkungan baru mereka. Anjing juga mengalami evolusi prilaku. Mereka menjadi lebih tenang dan cenderung lebih bisa bersosialisasi dengan species di sekitar mereka termasuk manusia. Dengan sendirinya agresi yang ada pada diri mereka perlahan – lahan menjadi berkurang.

Anjing telah mengalami domestikasi dari serigala sejak 15.000 tahun yang lalu atau mungkin sudah sejak 100.000 tahun yang lalu berdasarkan bukti genetik berupa penemuan fosil dan tes DNA. Bukti baru menunjukkan anjing pertama kali didomestikasi di Asia Timur, kemungkinan di Tiongkok.

Manusia pertama yang menginjakkan kaki di Amerika Utara membawa serta anjing dari Asia. Penelitian genetika telah berhasil mengidentifikasi 14 ras anjing kuno. Di antaranya, Chow Chow, Shar Pei, Akita, Shiba, dan Basenji merupakan ras anjing yang tertua. Teori yang mengatakan anjing berasal dari Asia mungkin bisa dipercaya karena sebagian besar dari 14 ras anjing kuno berasal dari China dan Jepang.

Pada mulanya anjing dibiakkan untuk dijadikan sumber makanan manusia. Kebiasaan memakan daging anjing masih bisa ditemukan di beberapa wilayah dunia dewasa ini. Karena perkembangan jaman, maka fungsi anjing juga mengalami perubahan menjadi hewan peliharaan.

Karena relasi anjing dan pemiliknya bersifat timbal balik, anjing juga memperoleh keuntungan dengan hidup bersama manusia. Keuntungan utama jelas adalah makanan, minuman, dan tempat tinggal. Selain itu anjing merasa lebih tenang di dekat majikannya.

Fungsi anjing semakin berkembang menjadi anjing penjaga, teman hidup dan saat ini juga dijadikan sebagai peningkat prestise kalangan menengah ke atas. Begitupun yang terjadi di Indonesia belakangan ini. Hingga saat ini telah banyak anjing yang telah dikembangkan, karena fungsinya yang menguntungkan bagi kita.

Anjing merupakan hewan sosial sama seperti halnya manusia. Kedekatan pola perilaku anjing dengan manusia menjadikan anjing bisa dilatih, diajak bermain, tinggal bersama manusia, dan diajak bersosialiasi dengan manusia dan anjing yang lain. Anjing memiliki posisi unik dalam hubungan antarspesies.

Kesetiaan dan pengabdian yang ditunjukkan anjing sangat mirip dengan konsep manusia tentang cinta dan persahabatan. Walaupun sudah merupakan insting alami anjing sebagai hewan kelompok, pemilik anjing sangat menghargai kesetiaan dan pengabdian anjing dan menganggapnya sebagai anggota keluarga sendiri. Anjing kesayangan bahkan sering sampai diberi nama keluarga yang sama seperti nama pemiliknya. Sebaliknya, anjing menganggap manusia sebagai anggota kelompoknya. Anjing hanya sedikit membedakan kedudukan sang pemilik dengan rekan anjing yang masih satu kelompok, dan bahkan sering tidak membedakannya sama sekali.

Anjing memiliki banyak peran dalam masyarakat manusia dan sering dilatih sebagai anjing pekerja. Berbagai anjing pekerja dari segala jenis banyak bekerja sebagai anjing penggembala dan pekerjaan baru seperti anjing pelacak dan anjing penuntun tuna netra atau anjing pelayanan. Untuk anjing yang tidak bekerja, ada banyak olah raga anjing untuk memamerkan kemampuan alami mereka.

Di banyak negara, peran anjing yang paling umum dan paling penting adalah sebagai binatang peliharaan. Anjing telah bekerja dan tinggal bersama manusia dengan banyak peran yang membuat mereka digelari “teman terbaik manusia”. Sebaliknya, anjing dianggap binatang yang tidak bersih (najis) di beberapa tempat di dunia. Di beberapa negara, anjing diternakkan sebagai hewan ternak untuk menghasilkan daging anjing. Di sebagian besar kebudayaan di dunia, konsumsi daging anjing diangap tabu.

Terminologi

Istilah anjing mengacu pada anjing hasil domestikasi Canis lupus familiaris. Anjing pernah diklasifikasikan sebagai Canis familiaris oleh Linnaeus di tahun 1758. Tapi di tahun 1993, Lembaga Smithsonian dan Asosiasi Ahli Mamalia Amerika anjing ditetapkan sebagai subspesies serigala abu-abu Canis Lupus. Di Indonesia, anjing hutan yang asli pulau Sumatra dan Jawa disebut Ajag.

Sumber:
www.anjingras.com
www.duniaanjing.blogspot.com

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: