EXC09lolitawinoto’s Blog

July 5, 2009

Penyakit Pada Anjing

Filed under: Kesehatan Anjing — lolitawinoto @ 11:02 am

Kenali beberapa penyakit yang biasa menjangkiti anjing, diantaranya :

Rabies

Rabies atau penyakit anjing gila, adalah penyakit yang paling ditakuti, yang disebabkan oleh virus. Virus ini menyerang susunan saraf dan otak, dan selalu berakhir dengan kematian anjing (dead end, cul de sac).

Rabies merupakan penyakit yang paling ganas pada hewan karena dapat membunuh hewan yang terkena penyakit ini dan dapat pula menular pada manusia (zoonosis), melalui gigitan dari anjing yang tertular.

Tiga golongan mengenai penyakit ini:

1. Stadium Melancholium yang mengakibatkan anjing terlihat gelisah, kehilangan selera minum & makan.

2. Stadium Exitatie yang dalam beberapa hari saja dapat membuat anjing menggigit apa saja, lalu kabur sampai beberapa jauh kilometer.

3. Stadium Paraltycum yang dalam waktu seminggu dapat membuat anjing menjadi lumpuh & mati.

Vaksinasi Rabies dianjurkan pada umur 4 sampai 6 bulan kemudian diikuti dengan pengulangan tahunan.

anjing diperiksa

Leptospirosis

Leptospirosis : penyakit yang disebabkan oleh bakteri pada sistem urinari. Leptospirosis sangat berbahaya, sehingga memerlukan perhatian Anda terhadap penyakit infeksi ini. Penyakit infeksi ini tidak bisa dianggap ringan . Pembawa penyakit ini biasanya merupakan kuman yang terdapat di air kencing tikus.

Leptospirosis merupakan infeksi bakteri yang dapat ditularkan melalui kontak dengan lendir dari hidung, air seni dan air liur dari anjing penderita. Penyakit ini dapat pula ditularkan kepada manusia (zoonosis) seperti yang pernah terjadi di Jakarta saat pasca banjir.

Gejala awal dari penyakit ini sering terlewat dari pengamatan, sehingga infeksi penyakit mungkin tidak terdeteksi. Pada penyakit yang berlanjut gejala yang dapat dideteksi antara lain: demam, muntah, diare, jaundice, kehilangan napsu makan, tidak bersemangat, sakit pada otot-otot, sampai dengan peradangan ginjal serta keruskan hati.

Vaksinasi awal terdini dapat diberikan pada saat umur anak anjing mencapai 6 minggu, kemudian diikuti dengan pengulangan. Anjing yang terkena penyakit ini sebaiknya segera dibawa ke dokter hewan untuk penanganan lebih lanjut.

Canine Distemper

Distemper : penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang paru-paru, saluran pencernaan dan otak.

Distemper merupakan infeksi virus yang sangat menular dan mematikan. Infeksi ini menyerang saluran pernapasan dan sistem saraf. Penyakit ini dapat ditularkan melalui udara dan kontak antar anjing sakit dengan anjing sehat.

Radius penyebarannya dapat mencakup seluruh dunia, cara penularan penyakit ini melalui sentuhan, dan udara. Biasanya menyerang anjing pada usia muda dan anjing dewasa yang daya tahan tubuhnya tidak baik. Penyakit ini memiliki angka kematian yang tertinggi, yakni 80% penderita.

Penyakit ini biasanya menyerang anjing musim hujan maupun musim kemarau. Penyakit ini tidak pandang bulu, anakan dan dewasa bisa terserang penyakit ini setiap saat terutama pada saat daya tahan tubuh sedang lemah. Cuaca yang dingin, lembab dan berangin dapat menurunkan daya tahan tubuh.

Gejalanya : demam, gelisah, tidak nafsu makan, mencret, diare, muntah, keluar cairan ingus, batuk, dan radang paru-paru, serta anjing terlihat depresi. Kadang ditemukan bintik-bintik merah pada kulit. Tanda-tanda pada syaraf meliputi kejang otot, dan kelumpuhan. Jika sudah menyerang sistem saraf, anjing bisa menunjukkan gejala seperti ayan dan pengerasan tapak kaki (Hard Pad Disease, HPD).

Vaksinasi awal diberikan pada anjing umur 6 minggu yang diikuti dengan pengulangan atau booster. Biasanya vaksinasi distemper ini diberikan bersama-sama dengan vaksin lainnya seperti vaksin parvovirus.

4. Parvovirus

Parvovirus : penyakit yang disebabkan oleh virus pada saluran pencernaan. Penyebaran penyakit ini sama dengan penyakit Distemper. Hanya 10 % dari penderita penyakit ini yang bisa bertahan hidup.

Parvovirus merupakan virus yang gampang menular dan menyerang anjing segala usia, namun kematian akibat infeksi parvovirus umunya terjadi pada anak anjing. Infeksi virus ini menyerang saluran pencernaan yang mengakibatkan diare dan muntah. Virus ini dapat ditularkan melalui tinja anjing sakit yang dapat terbawa pada sepatu, baju maupun lalat.

Gejalanya anjing mengalami diare, muntah, dan hilang napsu makan, karena virus ini menyerang pada bagian pencernaan. Penyakit ini hampir sama dengan penyakit muntaber pada manusia. Virus ini juga dapat menekan sistem kekebalan sehingga anjing dapat dengan mudah terinfeksi oleh bakteri. Kematian biasanya diakibatkan oleh dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh akibat diare dan muntah yang hebat.

Seperti halnya distemper, penyakit ini tidak dapat diobati sehingga vaksinasi merupakan alternatif yang terbaik. Vaksinasi awal dimulai pada saat anak anjing berumur 6 minggu kemudian diikuti dengan pengulangan. Untuk menjaga daya tahan tubuh, anjing harus diberi nutrisi yang lengkap dan seimbang. Penambahan multivitamin pada musim hujan sangat dianjurkan terutama di saat hujan datang tiap hari.

Vaksinasi parvovirus biasanya diberikan bersama-sama dengan vaksinasi distemper. Ras anjing yang sangat sensitif terhadap virus ini antara lain : Rottweiler, Doberman Pincher dan German Shepherd.

Hepatitis

Hepatitis merupakan peradangan hati akibat infeksi virus yang ditularkan melalui tinja, air seni ataupun air liur anjing yang tertular kepada anjing sehat. Penyakit ini sangat fatal dan menyerang hati, ginjal serta sel-sel endosel pada pembuluh darah.

Gejala yang biasa terlihat diantaranya: demam yang tinggi, anjing selalu kehausan, kehilangan napsu makan, peradangan pada hidung dan mulut, diare, sakit pada bagian perut, perdarahan dan depresi.

Vaksinasi memberikan kekebalan yang sangat baik, dimulai pada saat anak anjing berumur paling muda 6 minggu dan diikuti dengan pengulangan.

Parainfluenza

Parainfluenza – infectious bronchitis. Parainfluenza adalah virus yang menyerang saluran pernapasan. Bersama-sama dengan infeksi Bordetella menyebabkan penyakit kennel cough, yang menyebar dengan cepat pada anjing-anjing yang ditempatkan pada shelter yang sama.

Penyakit ini dapat berjangkit sampai beberapa minggu dan sangat menular, namun dapat sembuh dengan sendirinya jika tidak terdapat infeksi sekunder.

Gejala yang terlihat umumnya: batuk yang kering yang diikuti dengan tersedak dan batuk yang disertai keluarnya lender berbusa.

Vaksinasi awal diberikan pada saat anak anjing berumur 6 sampai dengan 8 minggu kemudian diikuti dengan pengulangan. Vaksinasi parainfluenza biasanya diberikan bersama-sama dengan vaksinasi Bordetella.

Bordetella

Bordetella – penyakit yang disebabkan oleh bakteri, sering disebut penyakit “kennel cough”.

Bordetella (Kennel Cough) pada anjing sangat mirip dengan penyakit flu pada manusia. Walaupun penyakit bakterial ini jarang yang menyebabkan kematian namun adanya infeksi lain seperti radang paru-paru (pneumonia) dapat memperpendek umur anjing. Penyakit kennel cough umum menyerang anak anjing dan anjing muda.

Gejala yang dapat diamati: batuk kering yang disertai keluarnya lender berbusa, adanya lendir dari hidung yang berubah warna dari jernih menjadi putih susu dan akhirnya berwarna kehijauan. Pada umumnya anjing tidak menunjukkan gejala demam. Yang perlu diingat adalah tidak semua batuk pada anjing adalah kennel cough.

Vaksinasi untuk penyakit ini kurang efektif. Sampai saat ini terdapat sedikitnya 40 strain bakteri penyebab kennel cough, sedangkan vaksin yang ada hanya memberikan kekebalan terhadap 12 strain saja. Namun jika anjing anda berada pada kennel yang mempunyai beberapa anjing didalamnya, dianjurkan sebaiknya untuk menvaksinasi anjing anda.

Diare

Diare yang kadang disertai dengan muntah dan berkurangnya nafsu makan diakibatkan karena jamur, bakteri dan virus yang menyerang organ pencernaan.

Langkah pencegahaan adalah dengan menjaga keseimbangan flora didalam pencernaan. Berikan yoghurt yang banyak dijual dipasaran secara teratur setiap hari. Yoghurt mengandung bakteri yang menguntungkan sehingga dapat membunuh bakteri yang tidak menguntungkan didalam pencernaan.

Anjing yang sudah terserang diare lebih dari 2 hari, sebaiknya diperiksa oleh dokter hewan untuk mendapat pengobatan antibiotik. Anda juga dapat memberikan obat-obatan anti diare yang dijual bebas tetapi sebaiknya pilih obat anti diare yang terbuat dari bahan alami seperti daun jambu biji atau kunyit.

Penyakit kulit

Penyakit kulit paling banyak disebabkan oleh jamur. Anjing akan merasa gatal sehingga perlu menggaruk, akibat garukan tersebut kulit adakalanya menjadi luka, sehingga terbuka peluang bagi bakteri dan virus untuk ikut menyerang sehingga penyakit kulit menjadi lebih parah.

Langkah pencegahan adalah dengan menjaga kondisi kulit dan bulu tetap kering. Untuk bulu pendek, sebaiknya bulu ditaburkan bedak lalu disikat sampai bulu terbebas dari bedak atau bisa juga bulu dan kulit dilap dengan cairan disinfektan setiap hari.

Untuk bulu panjang memang agak rumit apalagi kalau lingkungan pemeliharaan sering bsah karena hujan. Pemberian bedak juga bisa diterapkan pada anjing yang berbulu panjang. Setelah ditaburkan bedak, kulit dan bulu diblow dengan hair dryer. Ingat, hair dryer yang digunakan sebaiknya yang dibuat khusus untuk anjing. Jika tidak punya, dapat menggunakan vaccum cleaner yang dapat meniup angin selain menghisap atau gunakan kipas angin dengan kecepatan tinggi.

Cairan disinfektan juga bisa diberikan dengan cara disemprot dengan menggunakan sprayer, tidak perlu sampai basah kuyup cukup dipermukaan bulu saja. Mandikan anjing dengan shampo yang memiliki formula anti jamur dan anti bakteri.

Sebaiknya jika anjing diberi dog food, pilihlah dog food yang menggunakan protein dari daging domba karena daging domba lebih dapat mencegah penyakit kulit dibanding daging ayam atau sapi.

Pneumonia

Penyakit radang paru-paru ini kebanyakan menyerang anjing di usia anakan tapi untuk anjing dewasa tetap beresiko terserang penyakit ini.

Anjing yang terserang biasanya adalah anjing yang sering berbaring di lantai keramik dan terkena angin dingin. Usahakan memberikan alas pada kandang anjing dan hindari kandang anjing terkena angin terutama pada malam hari.

Jemur dan ajak anjing bermain pada saat matahari terik. Pengobatan oleh dokter hewan biasanya menggunakan antibiotik.

Sumber :
www.anjingkita.com
www.duniaanjing.blogspot.com

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: