EXC09lolitawinoto’s Blog

July 9, 2009

Kelebihan Indera Penciuman Anjing

Filed under: Keistimewaan Anjing — lolitawinoto @ 11:05 am


Para peneliti melakukan usaha untuk menggunakan kekuatan indera penciuman anjing dalam bidang kesehatan dan pengobatan. Mereka berharap pada suatu waktu kemampuan anjing tersebut dapat membantu dokter untuk mendeteksi beberapa penyakit lebih cepat daripada cara-cara diagnosa penyakit yang selama ini berlaku.

anjing_deteksiPenelitian tersebut didasarkan pada teori bahwa penyakit-penyakit tertentu mengakibatkan perubahan-perubahan kimia dalam metabolisme tubuh sehingga mengeluarkan tanda kimia atau bau yang berbeda. Sebagai contoh, penyakit diabetes dapat diketahui dari bau atau rasa urine si penderita; infeksi yang terjadi pada penderita luka bakar dapat dideteksi dari bau yang keluar dari kulitnya; penyakit Gum seringkali dapat diketahui dari bau nafas si penderita.

Menurut Dr. Larry Myers, profesor dari Universitas di Auburn, Alabama, tidak ada yang ajaib dalam proses pengenalan bau oleh anjing karena beberapa tenaga ahli medis bidang pengobatan telah menggunakan indera penciumannya sendiri untuk mengenali ada atau tidaknya suatu penyakit. Myers sendiri telah menguji kemampuan penciuman lebih dari 4000 anjing pada lebih dari 2 dekade.

Diagnosa Kanker

Fenomena mengenai kemampuan anjing untuk mendeteksi tanda kimia dari kanker melanoma pertama kali dilaporkan pada tahun 1989 oleh jurnal Inggris “The Lancet”. Setelah itu banyak kejadian yang makin membuktikan kemampuan anjing dalam membedakan sel-sel kulit yang sehat dan sel-sel yang menderita melanoma.

Penelitian yang dipublikasi oleh Jurnal Kesehatan Inggris pada tahun 2004 menyatakan bahwa anjing dapat mengidentifikasi kanker darah dengan mendeteksi bahan kimia yang dikeluarkan oleh sel kanker yang terdapat di urine penderita.

Dalam sebuah wawancara, Dr. Carolyn Willis dari Rumah Sakit Amersham di Buckingham mengatakan bahwa anjing dapat dilatih untuk mendeteksi bau yang disebabkan oleh kanker darah. Sel kanker diperkirakan mengeluarkan senyawa organik dengan bau-bauan yang kuat sehingga anjing dapat mendeteksinya walaupun hanya terdapat dalam jumlah yang sangat sedikitl. Wilis dan anggota timnya telah menggunakan enam anjing terlatih dari berbagai jenis dan usia untuk mengidentifikasi contoh urine dari 36 orang penderita kanker darah diantara 108 sukarelawan yang sehat.

Tiap anjing melakukan sembilan tes yang meliputi pemilihan contoh urine penderita kanker dari enam contoh lainnya dengan berbaring di dekat contoh urine yang terpilih. Anjing-anjing tersebut melakukan hasil yang benar sebesar 41 % dari keseluruhan tes. Menurut Willis, presentase tersebut telah memberikan hasil yang signifikan karena telah jauh melebihi presentase 14 % yang bisa berarti hanya kebetulan saja anjing-anjing tersebut memilih dengan benar.

Selama studi pelatihan, secara konsisten anjing-anjing tersebut mengidentifikasi contoh urine dari sukarelawan yang sehat sebagai urine yang mengandung sel kanker. Tes yang lebih lanjut memberikan hasil yang mengejutkan karena sukarelawan yang memiliki urine tersebut ternyata memang menderita penyakit kanker.

Willis percaya bahwa anjing dapat mempunyai peranan penting dalam membantu peneliti mengindentifikasi senyawa yang dikeluarkan oleh sel kanker sehingga kemudian dapat digunakan untuk mengembangkan tes-tes yang lebih baik. Willis berharap demikian karena kanker darah merupakan kanker ke sembilan yang paling sering terjadi di dunia dengan 330.000 kasus baru tiap tahun dan lebih dari 130.000 kematian berdasarkan IARC (International Agency of Research of Cancer) di Perancis. Willis dan timnya juga merencanakan untuk menggunakan kemampuan indera penciuman anjing untuk membantu mereka mengidentifikasi tanda-tanda untuk kanker tipe lain.

Walaupun anjing tidak mungkin turut serta dalam tim ER dalam waktu dekat, tetapi apabila anjing dapat meningkatkan kemampuannya untuk mendeteksi penyakit dengan akurat, maka mereka dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kesehatan masyarakat terutama pada masyarakat di dunia ketiga yang belum mempunyai laboratorium yang lengkap.

Sumber: www.anjingras.com

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: